Hello! Long time no post!
Setelah sekian lama nggak 'menyentuh' blog ini (sampai lupa kalau ternyata aku punya blog haha), akhirnya aku memutuskan untuk mulai rutin post! Yeay!
Yaah nggak rutin-rutin banget sih. Mungkin dua minggu sekali, atau kalau lagi ada bahan obrolan aja haha. Honestly, aku orangnya super introvert, jadi paling nggak bisa yang namanya curhat ke orang lain. Naah berhubung ada blog ini, jadi aku 'curhat' di sini aja. Semoga aja nggak ada teman yang baca. :D
Balik ke topik!
Jadi, DEEP TALK itu semacam ruang dimana aku akan bercerita tentang hal-hal yang sifatnya 'dalem' gitu. Misal, tentang insecurity, jealousy, patah hati, pokoknya semua hal yang nggak akan aku ceritakan ke orang lain deh. Nah, kali ini aku akan bahas tentang satu topik yang universal banget (ceileh), jealousy.
Cemburu. Iri. Dengki.
Siapa sih di dunia ini yang nggak pernah merasakan tiga hal di atas? Cemburu karena nilai teman lebih bagus lah, iri sama kecantikan orang lain, sirik lihat instagram teman yang tiap bulan kerjanya liburan ke luar negeri melulu, atau iri karena salah satu teman sekelasmu check in Path di kafe-kafe hits tiap hari (padahal mungkin kamu mau beli lipstik harga 60 ribu aja nggak punya duit), dan masih banyak contoh lain. Pasti pernah lah ya ngerasain hal-hal yang aku sebutin itu, minimal satu deh.
Nah, sebenarnya rasa iri atau cemburu itu sifatnya manusiawi banget ya menurutku, dan nggak bisa dibilang dosa juga. Kecuali kalau rasa cemburu itu bikin kamu jadi kelewat minder dan jadi melukai diri kamu sendiri, itu baru dosa. Apalagi di jaman yang modern ini, semua hal bisa dipamerin dan dilihat di sosial media. Buat orang yang kadar mindernya udah tinggi banget ini bisa jadi pressure cukup besar, lho. Lalu, apa yang harus kita lakukan supaya rasa cemburu itu bisa berkurang? Here's some tips from me, hope it helps.
1. Bersyukur.
Oh, I know it sounds like bullshit, but it actually works. Tiap kali rasa iri/cemburu itu muncul, langsung atur ulang mindset kamu kalau masih banyak orang lain yang jauh lebih kurang beruntung dibanding kamu. Lihat kebawah agar kamu selalu bersyukur, dan lihat keatas supaya kamu bisa lebih termotivasi. Begitu.
2. Pahami kalau setiap manusia sudah punya porsinya masing-masing.
Misal, si A porsinya 10, sedangkan si B cuma 8. That's okay. Perbedaan itu sama sekali bukan sesuatu yang buruk. Nggak ada orang yang berhak bilang 10 itu bagus, sedangkan 8 enggak, atau sebaliknya. Karena itu semua tergantung cara pandang kita. Kalau cara pandang kita jelek, mau dikasih porsi 20 juga tetap nggak akan puas.
3. Stay positive.
Apapun yang kamu lakukan, usahakan tetap berpikir positif. Semua yang terjadi di dunia ini nggak ada yang useless, pasti ada maknanya. Ubah kata jelous menjadi inspired. Lho, bedanya apa? Bedanya, kalau jealous, kamu pasti akan merasa makin minder dengan diri kamu sendiri, sedangkan inspired itu membuat kamu jadi termotivasi untuk jadi seperti dia, bahkan lebih. Minus rasa minder.
Nah, semoga aja siapapun kalian yang membaca ini bisa jadi lebih mengurangi rasa cemburu dan mengubahnya jadi inspirasi. Di sini sama sekali nggak ada niat menggurui, karena aku sendiri juga sering merasa cemburu dan masih perlu banyak belajar. Jadi kita belajar bareng ;)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Write down your thoughts!